I’m a Feminist, They Said

9c7331f681c03eb59c32aa15855c1ca6

“You are a feminist” said my friend to me while she was pointing her finger at me

“No f**king way” I replied.

“Gini lho…. Lo tuh outspoken banget. You know what you want and you will do anything with your own will”

“Ya iya sih. But I am getting tired when people keep labeling me as a feminist!”

Actually, I am not even sure wether I am a real feminist, or NOT!

Berbicara tentang kesetaraan gender itu melelahkan sekali. Walaupun ternyata saya tidak pernah melepaskan fakta bahwa saya selalu kembali ke “lingkaran setan”. Setiap saya membuat paper untuk tugas kuliah maupun penelitian, saya selalu kembali ke gender.

“Gender itu seksi” Kata teman saya.

Blah! Sexy your ass! Lo nggak bisa ngomong gender kalau lo hanya meraba-raba permukaannya saja dan tidak membaca cukup banyak jurnal serta buku tentang hal tersebut. Makanya saya sangat berhati-hati berbicara tentang gender. Karena ilmu saya masih cetek. Se-cetek bak mandi ponakan saya yang baru lahiran dua minggu lalu.

Kalau masalah feminis, banyak yang lebih feminis dari saya. Kalau masalah girl power, banyak anak-anak perempuan yang kehilangan orangtuanya di Timur tengah sana, serta single mothers lainnya yang lebih girl power dari saya.

Lagian saya sering dikira feminis karena saya tidak butuh laki-laki katanya.

HELLOOOOOOOOOOO………………….!!!!!!!!!!!! RYAN GOSLING, CHRIS HEMSWORTH, CHRIS EVANS, DAVE PATEL….. GUYS…. I NEED YOU!!!!

ryan-gosling-do-you-find-me-attractive-stupid-crazy-love

No! Bukan begitu. Saya merasa saya bukan feminis karena kepada sesama gender saja saya belum setara. Bagaimana bisa saya menuntut kesetaraan gender, jika saya masih tidak bisa memandang perempuan lain setara dengan saya?

Baru-baru ini saya menyadari sesuatu. Ketika para teman-teman wanita saya berkumpul bersama, kami cenderung berbicara mengenai kekurangan tubuh kami, atau kekurangan tubuh teman kami

“Pantat gue gede banget”

“Perut gue kayak belut!”

“Perut lo mah rata”

“Emang elo, dada elo yang rata!”

“Lo juga nggak punya pantat. Tepos!”

“nah, pantat elo kegedean. Kalo jalan ketinggalan”

Defak is wrong with this society.

Dan to be honest… (to my boyfriend, sorry dude if you are reading this rite know…. Yeah…. You know, no refund in our relationship. So deal with it!) I don’t have a big boobs! And that was not a big matter for me. I’m okay with that. Yang terpenting adalah suatu hari anak saya nggak kekurangan ASI (itupun KALAU saya punya anak)

Tetapi karena hal ini terus berulang, terus direproduksi, terus dibicarakan, entah mengapa saya merasa ini adalah masalah! My small boobs are my biggest problem right now!!!!!!!!

Dan ini membuat saya berpikir, apakah hal seperti ini juga teraplikasi kepada orang lain? Lalu saya merenung dan merenung… dan…. Oh syit! I did that too. A lot! Menilai tubuh wanita lain. Ketika tubuh adalah kebebasan bagi perempuan itu sendiri. Terserah dia lah mau dia apain itu badan. Mau di tattoo kek, mau dibuat kurus dengan lari 10K tiap hari kek, mau berotot dengan angkat besi kek, atu mau makan KFC dan McD setiap hari juga…. Ya itu tubuh elo. Selama elo melakukannya atas kesadaran elo sendiri dan keinginan elo sendiri. Bukan paksaan dari pihak lain. Bukan demi pacar. Bukan demi diterima di sebuah kelas sosial.

So, who am I to judge?

This such a huge reflection for me. Girls, your body is your freedom.

Jadi bagaimana saya bisa berkoar-koar masalah kesetaraan gender, kalau saya belum bisa menyetarakan para perempuan di sekitar saya?

Mulainya harus dari diri saya sendiri dulu. Kalau saya tidak menulis di blog, pasti besok saya lupa, reflekisnya hancur lebur, lalu saya kembali menilai kekurangan tubuh perempuan lain, dan masih memikirkan solusi apa yang paling tepat untuk menyelesaikan my “biggest problem right now”

The female body is something that’s so beautiful. I wish women would be proud of their bodies and not diss other women for being proud of theirs- Christina Aguilera

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s