Mendapatkan Beasiswa Idaman Berarti Mental Juga Harus Baja. Ayo! Kamu Pasti Bisa!!!

Siapa yang tidak mau sih diberi biaya pendidikan gratis? Hampir semua orang juga menginginkannnya. Dan hampir semua orang tidak ada yang menolak untuk mendapatkan beasiswa. Tapi ternyata mendapatkan beasiswa tidak semudah itu lho. Iya siih… Untuk mendapatkan sesuatu yang gratis memang usahanya harus maksimal yaa. Wajib baca artikel ini untuk mendapatkan gambaran apa saja yang harus kamu siapkan untuk mendapatkan beasiswa. Untuk Para Pejuang Beasiswa. Semangat Berjuang, Teman!

Selain hal-hal teknis seperti yang disebutkan oleh artikel di atas, ternyata masih banyak seabrek persiapan mental yang harus dipersiapkan untuk mencari beasiswa. Apa saja sih? Ini dia menurut pengalaman pribadi saya.

Tutup Telinga! Pokoknya Tutup Aja!

not-listening-dumb-and-dumber-o

Banyak orang yang akan berkomentar jika mereka tahu kamu sedang berusaha mendapatkan beasiswa. Salah satu komentar yang saat itu bikin saya sakit hati seperti ini, “Kamu mau ikut beasiswa X itu? Itu kan susah banget lolosnya? Hanya yang udah kerja jadi PNS atau yang IPK diatas 3.5 yang bisa ikut?”

Jiper nggak? Saya sih jiper banget. Tapi lalu saya bertanya ke teman saya yang berkomentar, “Emang kamu sudah coba?”. Dia jawab, “Belum. Kata orang-orang sih gitu”. Hehehe… Baiklah. Jadi ngapain saya ambil pusing? Hajar aja! Jangan biarkan orang lain menciutkan nyalimu. Kalau memang beasiswa itu terkenal, kan kita jadi bisa menantang diri kita sendiri untuk menaklukkan proses seleksi.

Sabar, Sabar, dan Sabar

tumblr_n3jtgnrmog1tnbth9o1_500

Menyiapkan dokumen beasiswa juga butuh mental baja. Saat itu beasiswa yang saya ikuti meminta Surat Keterangan Bebas Narkoba, Surat Keterangan Sehat, SKCK, dan seabrek persyaratan lainnya. Belum lagi surat rekomendasi dosen. Nah, kebayang kan saya saat itu lulus S1 sudah tiga tahun lalu, dan tiba-tiba harus kembali ke kampus, bertemu dosen yang sudah lupa dengan saya, dan minta surat rekomendasi. Benar-benar tidak mudah. Belum lagi persyaratan mengurus Surat Bebas Narkoba juga membutuhkan birokrasi yang agak ribet. Makanya di jalani saja. Ingat, sabaaaaaarrr 🙂

Nggak Usah Kebanyakan Tolah-Toleh

9_1454058914

Ketika saya sudah lolos administrasi, saya lanjut ke tahap seleksi kedua yaitu wawancara, essay on the spot, dan Leaderless Group Discussion (LGD). Pada tahap essay on the spot ini kita dihadapkan dengan beberapa topik, lalu kita diminta memilih salah satu topik yang akan kita tulis dengan konten apakah kita pro atau kontra dengan topik tersebut. Ada kasus nih, salah satu pendaftar beasiswa sudah mendapatkan 10 bocoran topik essay on the spot dari yang mendaftar sehari sebelumnya. Alhasil dia panik menghafalkan 10 tema itu. Saran saya sih, kita jangan kebanyakan lihat kanan kiri. Fokus saja dengan bidang ilmu kita apa, lalu tulis topik yang bisa dikaitkan dengan bidang ilmu kita. Saat itu karena saya anak Ilmu Komunikasi, ya saya pilih topik tentang media yang saya dukung dengan beberapa teori komunikasi. Lebih aman. Oh iya, membaca blog orang yang telah mendapat beasiswa sebelum seleksi juga terkadang bikin panik maksimal. Usul saya tetap tenang dan cari tahu jenis tes nya saja. Jangan lupa tetap belajar!

Setelah melewati tes yang panjang dan penantian pengumuman…. JENGJENG!!! Saya lolos juga!

untitled

Tentu ini berkat doa orangtua juga. Oh iya, kalau ingin mendaftar beasiswa, kita harus ngobrol dengan orangtua kita. Kita ceritakan kita mau kuliah dimana, atau di kota apa, atau di negara apa dengan jurusan apa. Itu akan lebih baik supaya orangtua kita ridho dengan perjuangan kita.

And The Journey Has Just Begun

Kamu pikir setelah mendapatkan beasiswa dan LoA dari kampus idaman, hidupmu akan baik-baik saja? Muahahaha! Kamu salah, Fernando Jose! (Lah, kok jadi telenovela?)

anigif_enhanced-buzz-11048-1458060575-5

Anyway, memulai perkulihan berarti hidup baru kamu baru saja dimulai. Ada IP yang harus dikejar. Ada puluhan jurnal internasional yang harus dibaca. Ada tumpukan buku yang menanti untuk di stabilo. Ada presentasi yang harus dilakukan. Ada jam tidur yang kurang ditemani oleh mie instan dan bergelas-gelas kopi. Tapi disitulah seninya!

Beberapa beasiswa menargetkan IPK minimal ketika sudah lulus. Tentunya ada beban moral juga. “Yah masa sih gue nggak cumlaude? Kan malu kuliah udah dibayarin juga”. Nah semoga pemikiran seperti ini bisa memotivasi kamu untuk belajar lebih giat. Teman kamu belajar 99%, berarti kamu harus 150%!!! JANGAN KASIH KENDOOOORRRR!!!!

tumblr_static_tumblr_static_1gfy39ertn9c0k0gww44s4ow0_640

Terakhir saran saya dan yang paling penting, setelah lulus S2 atau S3 kelak, pastikan ilmu kamu berguna bagi masyarakat Indonesia. Ingat yaa… kembalinya harus untuk Indonesia sendiri. Negeri yang sudah membesarkan dan membentuk kita seperti sekarang ini.

YOU RAWK PARA PEJUANG BEASISWA!

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s