Review Go Massage: I Love You, Bu Mis!

gomassage2bgojek

Sebenarnya saya mau menulis ini artikel untuk mengucapkan terima kasih kepada Bu Mis yang telah menjadi “Wonder woman” saya dikala kaki pegel semua.Bukan berarti saya pro banget sama aplikasi yang menyediakan Go Massage ini. Walau pada kenyataannya, saya selalu menggunakan Gojek apabila membutuhkan transportasi online. Hal ini dikarenakan, 1) Saya males download aplikasi lain. 2) I’ve met the CEO dan saya cukup respect sama Beliau.

Sudah lama saya merasa badan sedikit tidak nyaman. Terutama sejak awal bukan Agustus ketika PP Malang-Jakarta dalam waktu singkat denga kereta ekonomi. Huks… Lalu saya selalu merasa, “Ah, kayaknya gue hanya butuh olahraga nih.” Dan jadilah saya hajar badan saya dengan lari setiap hari, yoga, dan berenang. Tapi tetap ada beberapa hal yang aneh dengan tubuh saya. Seperti kaki yang mendadak gampang kesemutan. Padahal hanya ditekuk saat sholat takhiyat akhir.

Setelah saya official (sebelumnya unofficial berarti) stay di Jakarta, saya cukup stress. Pertama, saya coba lari muter-muter area kostan. Berujung saya frustasi karena berasa mau ditabrak motor dan bajay dari belakang. Padahal saya mulai lari jam 5 pagi! Sekitar setengah 6 kendaraan sudah ramai bukan kepalang. Ya masa cuma lari 20 menit aja! (Congkak ceritanya). Kedua, mau cari tempat gym, tapi belum menemukan yang kantongnya pas. Padahal dulu kalau di Malang tinggal lari keliling komplek rumah jam berapapun, melewati sungai dan lapangan golf (Walau nggak ikutan main golf). Disini? Ah, sudahlah pusing gue bahasnya.

Nah kembali ke kondisi badan. Semakin lama saya semakin merasa capek dan tidak fit. Berpikirlah saya untuk pijat. Walau sebelumnya saya sangat berhati-hati dengan tubuh saya supaya tidak ketagihan pijat. Karena di keluarga saya begitu siih. Capek dikit pijat. Pulang mudik, langsung panggil tukang pijat langganan. Saya sedikit menghindari hal tersebut. Terakhir kali saya dipijat, itu juga karena habis jatuh dari tangga yang licin.

Lalu saya frustasi lagi. Ini mau cari tukang pijat dimanaaa? Tanya Ibu kost juga malu. Ada sih teman saya yang kostannya di Kedoya Selatan dan bisa panggil tukang pijat. Tapi ya masa gue harus menyebrang ke Jakarta Barat hanya buat pijat. Lalu pada suatu malam ketika saya lelah dan kelaparan dan nggak ada yang japri (Mbak, nggak usah curcol Mbak!) saya tergoda pesan Go Food. Secara Go Pay masih banyak. Tapi lalu saya melirik fitur lain berwarna hijau yang tepat berada di bawah Go Food.

GO MASSAGE! NAH!

Langsung saya utek-utek itu fitur. Ternyata bisa pesan buat keesokan hari juga. Lalu saya lihat, ada berbagai fitur pijat seperti: full body massage, face massage, kerokan, light massage dan reflexology. WA INI! Sepertinya yang saya butuhkan adalah refleksi setelah sebulan terakhir kaki tidak pernah diberi istirahat. Awalnya saya mau langsung book, tapi agak ragu. Biar lebih yakin, besoknya saya cek di blog review para pengguna jasa Go Massage. Rata-rata dari mereka puas dengan pelayanan yang ada. Baiklah, saya makin yakin. Seyakin perasaan Harry kepada Ginny..

Sekitar Selasa sore sebelum maghrib, saya order lah itu Go Massage. Saya pesan layanan refleksi dan light massage selama satu jam. Saya juga request tukang pijat yang wanita. Biayanya seperti biasa langsung ditentukan Gojek yaitu Rp. 70.000. Standar. Saya biasa refleksi di tempat lain juga sekitaran itu sih harganya. Saya pesan untuk besok Rabu pukul 10.00. Enak banget kita bisa menentukan sendiri jam pijat. Paling malam kalau tidak salah jam 22.00. Lalu misal kita pesan tukang pijit wanita diatas jam 18.00, ada tambahan Rp15.000.  Gojek bilang akan menghubungi via SMS dan email jika sudah melakukan tukang pijat yang pas. Gue deg-degan. Berasa nunggu hasil casting film layar lebar. Elaaahh…. Lalu sekitar jam setengah 12 malam, ada email masuk yang memberikan profil tukang pijit saya. Ada fotonya. Namanya Bu Miswani. Usianya sekitar 45-50. Plus tercantum nomor handphonya. Malam itu juga, Ibu Mis langsung SMS saya menanyakan alamat. Bu Mis datang dari arah Cempaka Putih. Saya yang belum hafal banget daerah kost, kasih petunjuk ya dari jalan raya saja.

gomassage

Besoknya saya tidak tidur lagi habis subuh. Kebetulan Rabu tidak ada jadwal kuliah. Saya sempatkan Yoga sebentar di kamar, lalu mencuci baju layaknya anak kost. Sekitar 09.30 saya selesai mandi, nyuci, dan sholat. Saat mau masak nasi, mendadak ada telfon dari Bu Mis yang mengabari beliau sudah di kostan di lantai bawah. Lah, saya kaget! Lebih cepat 30 menit. Bu Mis juga tidak menelepon ulang atau SMS untuk tanya arah. Langsung saja saya minta Bu Mis naik ke lantai 2 dan ke kamar saya. Saya ajak ngobrol sedikit. Bu Mis bilang dia tahu arah berkat map dari Gojek. Dia juga datang awal karena takut nyasar dan nggak enak ke saya kalau telat. “Enak nih Neng ada map nya kan. Mana ada tukang pijat pakai smartphoen begini.” Ujar Bu Mis Jumawa. Haha. Bu Mis ini memang rumahnya di Cempaka Putih. Setelah itu, saya tidak ajak ngobrol terlalu banyak. Apa yah… nggak suka aja kepo sama kehidupan orang yang sedang saya gunakan jasanya. Hhe.

after the chit-chat, Bu Mis keluarin tuh emua peralatan pijatnya dari tas. Seperti handuk yang berlembar-lembar. Karena refleksi, saya tidak perlu buka baju. Cukup santai saja pakai baju biasa. Dan karena kost saya khusus wanita yangpada pukul segitu semua orang kerja, kecuali di kamar depan yang juga kulah di jurusan yang sama dengan saya, maka saya bebas buka jendela sedikit dan teriak-teriak kesakitan.

Saya baca di blog, ada yang cerita dikasih aroma terapi sama tukang pijatnya. Tapi Bu Mis tidak menyediakan. Gak masalah sih. Saya suka pusing kalau ada aroma begitu. Bu Mis juga memijat saya hanya dengan handbody. Tidak pakai minyak apapun. Jadinya enak nggak lengket.

Mulai lah itu kaki saya “dibantai” sama Bu Mis.

“Pasti suka jalan ya?” tanya Bu Mis. “Jalan. Lari. Renang. Semua lah Buk”. Jawab saya sambil meringis. “Nah itu! Pemanasan di telapak kaki kurang!” Kata Bu Mis galak.

Saya langsung gimanaaa gitu. Benar rupanya selama ini saya sudah memperlakukan kaki sendiri dengan jahara. Memang sih saya selalu pemanasan sebelum lari. Tapi fokus ke betis dan paha saja. Lupa sama telapak kakinya. Alhasil, telapak kaki saya jadi mangsa yang enak buat Bu Mis. Bahkan Bu Mis bilang dibawah pergelangan kaki kiri ada bagian yang bengkak. Mana saya sadar. Habis saya selalu merasa kaki saya bengkak semua. Wkwkwkwkwk… “Ini bengkak neng. Saya benerin pake pergelagan tangan aja ya. Kalau pake jari nanti sakit banget Neng nya nggak kuat. Ini kalau tukang pijatnya nggak tau bisa dihajar aja dan pembuluhnya bisa pecah.”. I was like WHAAAATTT???

Banyak sekali titik yang sakit. Bu Mis malah ngebully saya saat saya kesakitan. “Santai aje neng, kok berasa mau dihukum mati.” Bu Mis malah sempat bercanda. Sedangkan saya? Mau nangis nggak bisa. Mau teriak terus juga capek dan tidak mengurangi rasa sakit. Baru selesai kaki kiri, badan saya sudah berkeringat. Maklum sih kostan panas juga hanya ada kipas, bukan AC. Huks. Lalu Bu Mis pindah ke kaki kanan. Yang ini tidak separah kiri, tapi tetap sakit minta ampuuuunnn!!! Dan saya merasa refleksi Bu Mis ini berbeda dengan tempat refleksi yang biasa saya datangi. Ini itu titiknya lebih “berasa”.

Habis membantai kedua telapak kaki, Bu Mis naik sedikit ke betis. Nah di betis ini ada otot di kaki kanan yang kata Bu Mis amat sangat kaku. Tapi somehow saya agak seneng ya. Karena mungkin itu bisa saja otot yang terbentuk karena lari dan olahraga lainnya. Bisa saja. Karena kan perspektif pelari dan tukang pijat suka berbeda. Tergantung background dan pengalaman yang dimiliki (Mbak…. Nggak usah malah presentasi Mbak!. Udah nulis aja)

Bu Mis juga sedikit memijat pundak dan kepala. Waktu memijat pundak ini enak bangeeeeeetttt. Rasanya kayak kurang durasi memijat di pundak. Dan nggak lama, ritual pijat selesai. Bu Mis close aplikasinya. Saya langsung dapat SMS dari Go Massage yang mengatakan “Thank you for odering GO-MASSAGE bla bla bla….” Saya sudah nggak konsen karena habis refleksi langsung ngantuk dan teler banget berasa nenggak CTM 10 butir langsung.

Tapi lalu saya rasa ada urat di telapak kiri yang masih kaku. Bu Mis minta saya jinjit. Sakit. Saya teriak untuk kesekian….. ratus kalinya siang itu. Bu Mis ketawa. “Sini saya benerin dulu. Kasian amat dah!”. Huks. Sekitar 5 menit kemudian, Bu Mis minta saya jinjit lagi dan…. nggak sakit lagi. Mejik!

Bu Mis langsung beres-beres peralatannya. Saya menyiapkan uang. Saya beri Rp80.000. Tip 10.000 karena memijat saat sudah close aplikasi.

“Bu kalau mau dipijat sama Ibu lagi, spesifik minta tukang pijatnya Ibu ke Gojek bisa nggak sih bu?” tanya saya dengan badan yang sudah penuh keringat nggak jelas dan rasanya pengen langsung gegoleran di kasur.

“Bisa kok. Tapi biar gampang, SMS langsung ke Ibu aja. Soalnya kalau lagi penuh, suka di cancel sama Gojeknya.” Jawab Bu MIs.

Bu Mis ijin pulang dan mengucapkan sala. Saya jawab “Waalaikum salam”. Eh, Bu Mis sempat bilang “Jaga kesehatan ya neng.. Jangan kebanyakan lari.” Huks. Iya buk. Saya lari disini malah ditabrak bajay. Tuh… Bu Mis saja perhatian sama aku. Kok kamu enggak sih? Lalu di akhir Bu Mis bilang, “Saya pikir cina lhoo neng nya ini.”. Hmm… I’ve heard that alot.

tumblr_mv3q7uh6sv1qdywcco1_500

Setelah itu, rencana awal saya beli lauk dan makan… bubar sudah. Saya jadi malas masak nasi. Saya langsung tidur sekitar jam 11 itu. Baru bangun saat Ashar. Langsung keluar kost dan menuju rumah makan padang yang paling dekat. Setelah makan, saya tidur lagi sampai maghrib. Puaaaasss!! Yess! Setelah itu, beberapa hari kedepan saya nggak berani banyak jalan. Terpaksa PP ke kampus naik angkot. Menghindari jalan kaki. Lari juga stop sementara. Sementara aja siih untuk seminggu kedepan.(Sambil cari rute lari yang nggak horor)

Makasih Bu Mis. Next time, lagi ya buk. Saya lari dulu sampai puas tapinya 😛

 

P.S: Sebelumnya banyak yang komen ke saya kalau percakpan Bu Mis yang minta di order dengan langsung sms di take down aja soalnya takut ke suspend Gojek. But… Sorry for NOT sorry I wont do that.

Hey Gojek, (Just in case Bang Nadim baca blog gue) Sepertinya kalau saya pesan bu Mis via SMS, itu akan menjadi orderan pijat biasa. Seperti, misal nih ada Abang Gojek yang di carter khusus ama penumpang kan sering kejadian juga kayak gitu. Jadi tidak ada urusan dengan aplikasinya. Begitu. Dan saya rasa itu legal karena kan emang profesi Bu Mis ini Ahli pijat.

Iklan

9 pemikiran pada “Review Go Massage: I Love You, Bu Mis!

  1. Mbak..saran mohon nama dan foto ibunya di sensor..karena bisa kena penalty atau suspend jika ketahuan menawarkan jasa di luar aplikasi..

    atau tidak usah diceritakan jika ibunya mau dipanggil tanpa via app.. kasian nanti kena sanksi..

    Suka

  2. Halo Prawinda, untuk nomor bu Miswani nya boleh minta gk ya dikirim ke email? karena saya abis liat reviewmu n tertarik buat order massage untuk mama saya sama dia hehe

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s