Rahasia Kelam Pengajar Muda

Sebenarnya saya ingin memberi post ini dengan judul “Astaghfirullah…. Jadi Ini Ternyata Rahasia Kelam Pengajar Muda” biar seperti judul portal berita ndak mutu yang sering muncul di facebook itu. Tapi nanti saya dijitak oleh dosen saya yang hobi banget mengkritisi portal berita, trus saya ndak jadi dikasih reccomendation letter buat S2 kan ribet yuga yak. Hajat idup orang banyak nih.

Sudah sekitar sekian bulan saya menjadi alumni Pengajar Muda. Berat ya ternyata membawa embel-embel “Pengajar Muda” ini. Karena itu dalam tulisan kali ini saya akan MENGUNGKAP kebenaran yang tersirat dan rahasia kelam Pengajar Muda, terutama yang sudah kembali dari penempatan, yang belum pernah anda saksikan di stasiun TV manapun sebelumnya.

Mm… anyway…. Disini saya tidak akan bertutur kata tentang usaha anak-anak pergi ke sekolah dengan berjalan kaki, atau semangat juang guru-guru di pelosok, atau postingan foto dengan caption “Ibu kangen kalian… nak” and the bla and the bla…. Maaf ya kalau mencari tulisan seperti itu silahkan pindah ke lapak sebelah. Biar saya usir macho dulu. Hush…Hush…. Sono lu pergi ke blog tetangga!!!

Kenapa “usir macho”? Karena “usir chantique” sudah di claim oleh Syahrini, dan juga saya bukan wanita “cantik” yang suka petantang-petenteng dengan Hermes 200 juta dan high heels 10cm.

Nah! Biasanya Pengajar Muda yang puluhan tahun tinggal di kota besar bahkan mungkin luar negeri, dan tiba-tiba dilempar ke daerah terpencil tanpa listrik dan sinyal selama satu tahun, lalu kembali lagi melihat hingar bingar ibukota, tingkah-tingkah anomali akan muncul setelah itu. Seperti….

(Tingkah anomali di bawah ini seratus persen berdasarkan pengalaman penulis. Saya repeat lagi yaaa…. INI MERUPAKAN SIFAT-SIFAT PRIBADI SAYA YANG KEBAWA DARI PENEMPATAN KE KOTA)

Tidur di Bawah

Ini kasus saya sih yaa. Ndak tahu kalau yang lain. Saat di dusun saya mendapatkan kasur yang langsung dibawah lantai. *Kalau ada cerita PM tidur di spring bed selama di penempatan, berarti dia harus jadi PM 2x!!!* Tidak ada dipan. Duh ya dapet tempat tinggal saja sudah Alhamdulillah. Jadilah ini kebiasaan tidur di bawah dengan kasur yang cukup keras. Ketika kembali ke rumah…. Selama beberapa hari SAYA NGGAK BISA TIDUR DI SPRING BED!!! Kebetulan di kamar saya ada kasur busa lipat. Anehnya saya merasa lebih nyaman tidur di kasur busa tersebut dibandingkan dengan Spring Bed.

Bahan Makanan Harus Segar

Ini sih sombongnya hidup di desa. Apalagi desa saya penghasil sayur terbesar di kecamatan. *sebar cabe* Selama di dusun, saya memetik apa yang mau saya masak. Misal nih, siang hari main ke kebun Ibu A ambil kubis dan terong. Yasudah berarti makan siang dan makan malam saya dua sayuran itu. Besoknya main lagi ke kebun Murid C minta sayur lagi buat dimasak. *ketahuan yaa kerjaan di desa bergilir ke kebun orang minta sayuran* Jadi segala sayuran fresh from garden to table! Gue lebih sehat dan organik dibanding mbak-mbak yang jualan makanan diet mayo di Instagram itu! Nah apalagi disana tidak ada kulkas. Yaealah! Listrik aje kagak ade lu mau nyimpen sayuran dimana coba? Ketika kembali ke Jawa, rasanya sedih gitu melihat sayuran di pasar layu-layu, pinggirnya sudah kuning, dan harganya mahal. Padahal kalau di dusun saya tinggal lompat kebun dan metik doang. Yang bikin kesel biasanya teman-teman yang dapat penempatan di Pesisir. Shombong kaliiik mereka itu bosan makan lobster dan kepiting katanya. Minta di ketapel dari Old Trafford deh emang!

Tidur Dimana Saja

Nah ini! Menjadi Pengajar Muda itu berat, kawan. Makanya saya heran kok yang daftar bisa sampai tembus 12.000 itu gimanaaaaa???? Meskipun mungkin beban hidupPM tidak seberat carrier yang digeret-geret saat pertama kali berangkat di Seotta, tapi itu PM harus pintar-pintar curi waktu untuk…. TIDUR! Dulu, saya paling susah tidur diatas kendaraan. Harus kereta eksekutif lah minimal. Saat jadi PM, saya mau nggak mau tidur DIATAS PASIR dari Kabupaten ke Desa di Mobil L300. Trus atasnya L300 masih ada Kambing pulak. Tidur di travel yang melintasi jalanan sumatera dengan kecepatan nggak kira-kira juga mampu. Tidur di Masjid apalagi. Setelah kembali ke kota, Hmm… Iya saya bisa dong tidur dengan tenang di ruang tunggu Bandara Seotta yang rame pake banget itu lho. Saya bisa dong ke Kediri jam 5 subuh, nggak tahu harus kemana, akhirnya ke Masjid dan bobok cakep tanpa peduli dilihatin orang-orang. Bahkan saya juga bisa tidur di toilet selama beberapa menit di tengah jadwal yang nggak kira-kira. Horeeeeee!!!!

Sungkan? Apa Itu

Jadi Pengajar Muda itu kamu dilempar seorang diri ke dusun tanpa kenal siapa-siapa. Jadi, harus SKSD dong dang ding dong.Apalagi kita ini makhluk sosial. Teman Pengajar Muda paling dekat jaraknya 2 jam perjalanan dengan motor. TETOT! Gimana cara kamu bertahan hidup? JANGAN NOLAK BANTUAN ORANG LAIN! Udah! “Makan dulu win….” yaudah makan aja. “Menginap saja disini…Besok baru kembali ke desa….” Yaudah nginep aja. Mayan bro dapat makan gratis dan bisa lihat TV. “Mau kopi atau teh?” KOPI… KOPI!!! “Nanti kalau butuh apa-apa silahkan hubungi saya ya…”, 3 hari kemudian telepon bapak itu, ijin pinjam mobil. . Saat kembali ke Jawa, ketemu dengan tante, pakdhe, budhe. Trus dibilang… “Kasian deh kamu baru balik dari dusun… Udah nggak kawin-kawin pula…. Nih duit 500rb” Langsung samber! “makasih budhe” sambil salim. Coba sebelum jadi PM pasti udah saya tolak-tolak itu duit.

Kucek-Kucek Jemur-Jemur Dimanapun Kamu Berada

Kamu harus ke Kabupaten 7 hari! Perjalanan berat! Mana mungkin kamu geret-geret itu carrier 65 liter???!!! Ketika jadi PM kamu akan punya kemampuan packing memasukkan baju selama 7 hari, laptop, dan barang berharga lainnya dalam SATU DAY PACK! Rahasianya? Bawa baju sedikit saja. Cuci dimanapun kamu bisa nyuci! Jadi kalau sudah di Kabupaten itu, rebutan ember dan tali jemuran lah kita. Hal ini kebawa dong sampai selesai tugas. Perjalanan ke Jakarta or Jogja dan menginap di hotel yang disediakan panitia kegiatan atau nebeng rumah temen… Selalu yang pertama dilakukan adalah mencuci baju! Bahkan…. Saya pernah ngucek baju di wastafel hotel Arya Duta yang semalam lebih dari setengah juta sendiri itu. Dan itu memang menghemat bawaan. Terlebih lagi, hemat biaya laundry. Bawalah detergent sachet kemanapun anda pergi!

Walk,PM! WALK!!!

Bukan PM namanya kalau tidak biasa jalan kaki. Jalan kaki di dusun itu biasa. Begitu di Kota, entah gimana saya mendadak bisa jalan kaki dari Ciwalk sampai Baltos di Bandung. Lalu bisa juga jalan kaki dari McD Basra ke Delta Plaza di Surabaya. Mendadak bagi saya jarak segitu tuh nggak ada apa-apanya gitu lhooo *lempar sendal gunung*

Caper ke Anak Kecil

Nah ini nih yang ngeselin! Ketika di dusun mau tidak mau saya “dipaksa” harus menghadapi anak-anak imut menggemaskan itu dengan semangat dan senyuman. Di kehidupan aslinya….. Saya nggak segitu cintanya sama anak-anak. Seriously! Mungkin karena saya anak terakhir dan nggak punya adik yaa. Tapi sekarang ketika kumpul dengan keluarga besar, dan ada ponakan-ponakan yang mulai “liar” saya suka ajarin mereka lagu-lagu ayam chicken, atau pelanduk di hutan, atau lagu-lagu unyu lainnya. Kadang saya ajari tepuk-tepuk juga supaya mereka lebih jinak. Parahnya, bukan makin jinak tapi makin nempel ke tantenya. ZZzzzzz….. Sana! Sana! Tante ada jadwal pacaran nih…

Udah berapa semuanya? 7 ya? Udah dulu lah yaaa…. Kalau dibongkar semua bahaya. Bisa-bisa banyak yang jiper nggak mau jadi PM trus saya di kick dari milis alumni PM kan repot juga.

Menjadi Pengajar Muda itu kebanggaan tersendiri sekaligus pengalaman yang sangat berharga. Tapi, Pengajar Muda juga manusia biasa. Bukan Iron Man atau Black Widow. Apalagi Mad Dog.

Iklan

7 pemikiran pada “Rahasia Kelam Pengajar Muda

  1. Kalau aku harus 3x keknya ya? Rumah bapak angkat dulu ada genset, ada TV, ada kulkas, tidur di spring bed, baju dicuciin BAPAK (bukan ibu lhooo), tiap malam ngobrol2 sama bapak ditemani kopi. Hmmmm apa lagi ya. Udah ah, entar disuruh nge-PM lagi lagi! Haha. Peace! 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s